Saturday, January 4, 2014

Cara Membuat Popular/Random Post Bergerak

Cara Membuat Random Post Bergerak
Selamat malam sahabat, kali ini saya mau bagi-bagi tips menarik nih, yaitu Cara Membuat Random PostBergerak, Keren deh pokoknya, Sobat bisa mencobanya di blog sobat sendiri,.

Berikut Tutorial Cara Membuat Random Post Bergerak:

1. login kea kun blogger sobat
2. pilih tata letak
3. kemudian klik add gadget trus pilih HTML/java script
4. masukkaan kode dibawah ini.

<div style="margin-bottom: 15px;"><style type="text/css">#rp_plus_img{height:287px;overflow:hidden;border:solid 0px #585858;padding:1px 5px 14px 1px;background-color:none;}#rp_plus_img ul{list-style-type:none;margin:0;padding:0}#rp_plus_img li{border:0; margin:0; padding:0; list-style:none;}#rp_plus_img li{height:70px;padding:1px;list-style:none;}#rp_plus_img a{color:#3366ff;}#rp_plus_img .news-title{display:block;font-weight:bold !important;margin-bottom:5px;font-size:14px;}#rp_plus_img .news-text{display:block;font-size:11px;font-weight:normal !important;color:#282828;text-align:justify;}#rp_plus_img img{float:left;margin-right:10px;padding:1px;border:solid 1px #cccccc;width:60px;height:65px;}</style><script type="text/javascript" src="http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.7.2/jquery.min.js"></script><script type="text/javascript" src="http://slide-down-recent.googlecode.com/files/Slide%20Down%20Recent%20Post.js"></script><script type="text/javascript">var speed = 400;var pause = 3500;$(document).ready(function(){rpnewsticker();interval = setInterval(rpnewsticker, pause);});</script><ul id="rp_plus_img"><script style="text/javascript">var numposts = 20;var numchars = 60;</script><script src="/feeds/posts/default?orderby=published&alt=json-in-script&callback=rpthumbnt"></script></ul></div>

Kalau sudah, save templatenya dan lihat blognya.

Note:

1. Kode yang warna Hijau adalah kecepatan untuk berpindahnya post             ke post lain,, jika perlu sobat bisa ubah kecepatannya..
2. kode yang warna Pink adalah waktu berhentinya post/di pause.. bisa di ubah juga jika perlu..
3. kode yang warna Merah adalah jumlah post yang akan di tampilkan di recent post. sobat bisa mengubahnya sesuka hati..


Friday, January 3, 2014

Desain Produk Dan Jasa Manajemen Operasional


2.1. DEFINISI PRODUK


Setiap barang dan jasa yang masuk dalam fase perkenalan, dapat didefinisikan, yaitu berdasarkan fungsinya, untuk apa produk atau jasa itu digunakan. Perusahaan mendesain suatu produk dengan tujuan bagaimana meningkatkan fungsi-fungsinya. Selanjutnya definisi suatu produk dilihat dari aspek desain seperti warna, bentuk dan ukurannya yang dapat diterima oleh pasar.

Gambaran teknis (engineering drawing ) merupakan dimensi dan toleransi atas bahan baku yang dibeli, atau bahan baku yang diproduksi yang dapat dipergunakan sebagai komponen didalam proses produksi. Gambaran ini merupakan standar kualitas atau mutu bahan baku yang menjadi komponen yang akan dipakai dalam proses produksi.

Kartu stok (Bill of Materials ) merupakan daftar dari tiap-tiap komponen dengan uraiannya, jumlahnya dan berapa kebutuhan yang diperlukan untuk memproduksi suatu barang. BOM merupakan dokumen yang dibuat berdasarkan hasil desain produk dan menjadi dasar bagi manajer produksi untuk melaksanakan proses produksi, sehingga proses produksi dapat menghasilkan suatu produk yang sesuai dengan desain yang ditentukan dalam pengembangan produk.

Suatu produk yang telah didesain untuk memproduksinya membutuhkan dokumen seperti berikut ini:
1. Gambaran teknis assembling (assembly drawing), yang merupakan cara pengelolahan suatu produk. Gambaran teknis biasanya merupakan gambaran tiga dimensi, berupa gambaran isometrik (yang menggambarkan setiap komponen dan cara penggabungannya).
2. Urutan penggabungan komponen (chart assembling), merupakan bentuk skematik bagaimana suatu produk di-assembling, dibeli komponennya atau dikombinasikan, serta alur tiap komponen sesuai dengan subassembling yang ada untuk menghasilkan suatu produk akhir.
3. Daftar alir komponen (route sheet), merupakan aturan operasional untuk mengassembling dan inspeksi kebutuhan untuk memproduksi suatu komponen dengan bahan baku yang spesifik berdasarkan bill of materials.
4. Order (work order) adalah instruksi untuk membuat sejumlah item produk dan bagian-bagiannya yang dilengkapi dengan skedul pembuatannya.
5. Pembertahuan perubahan teknik (engineering change notice), merupakan koreksi teknik akibat modifikasi dari gambaran teknik atau bill of materials.
6. Sistem perencanaan produk (configuration management), merupakan sistem dari perencanaan produk dan perubahan komponen yang secara akurat dikenali dan dikendalikan secara akuntabilitas atas perubahan pemeliharaannya.

2.2. Strategi Produk Dengan Keunggulan Bersaing

Strategi produk disusun dengan melakukan seleksi atas keinginan pelanggan, baik pelanggan tingkat lokal, regional maupun tingkat dunia yang sesuai dengan acuan patokan (benchmarking) yang ditetapkan perusahaan. Selanjutnya mendefinisikan produk yang akan dihasilkan ke dalam sistem manajemen operasional dan implikasinya, dilanjutkan dengan membuat desain produk yang akan diproduksi melalui manajemen operasional.

Sebagai contoh; strategi Toyota yaitu merespons secara cepat perubahan pelanggan. Desain produk mobil A di dalam industrinya dilakukan secara cepat, di mana desain produk mobil A sudah harus mulai dikembangkan sebelum umur desain A mencapai dua tahun, kemudian ditindaklanjuti dengan penghentian produksi desain A pada tahun ketiga. Maksudnya bahwa produk berdasarkan satu desain produksinya paling lama hanya tiga tahun, sesudah itu sudah harus ada perubahan dengan menciptakan desain produk baru.
Produk jam tangan Seiko di desain dengan strategi multi desain, dan setiap desain dikembangkan dengan tipe generasi seperti; untuk orang tua (lelaki dan wanita), orang muda (teeneger’s), sampai untuk anak-anak sekolah dasar (SD).

McDonalds mendesain produk siap saji (fast food) dengan bahan dagung ayam yang berdasarkan budaya tiap-tiap Negara adalah daging yang tidak haram, seperti India, Indonesia, dan Malaysia, serta Timur Tengah. Selanjutnya produk dikembangkan dengan pelengkap minuman ringan yang bervariasi.

2.3. Siklus Kehidupan Produk ( Product Life Cycle)

Product Life Cycle (PLC) yang menggambarkan lahirnya suatu produk baru sampai pada kematian suatu produk yang dikatakan sudah lama. Secara sederhana, konsep ini menyatakan bahwa hampir semua produk baru yang ditawarkan kepada masyarakat akan menjalani suatu siklus kehidupan yang terdiri atas empat tahap dalam periode waktu terbatas. Tiap tahap dalam PLC, membuka kesempatan-kesempatan baru dan menimbulkan masalah-masalah baru bagi manajemen produksi. Bila diketahui kedudukan produk dalam siklus kehidupannya, maka dapat dirumuskan rencana perbaikan desain dan pengembangan produk yang lebih baik. Secara ringkas keempat tahap PLC tersebut dapat diperinci sebagai berikut :
1. Tahap perkenalan (introduction)
2. Tahap pertumbuhan
3. Tahap kejenuhan
4. Tahap penurunan

2.4. Analisis Produk Berdasarkan Nilai

Manajer operasi yang efektif memilih produk yang terlihat paling menjanjikan. Ini merupakan prinsip Pareto (yakni, fokus pada permasalahan yang sedikit tetapi penting, dan bukan pada permasalahan yang banyak tetapi sepele) yang diterapkan pada bauran produk. Analisis produk berdasarkan nilai (product by value analysis) mengurutkan produk secara menurun berdasarkan kontribusi dollar individu masing-masing produk bagi perusahaan. Analisis ini juga mengurutkan kontribusi dollar tahunan total dari suatu produk. Kontribusi rendah perunit dari satu produk tertentu mungkin akan terlihat sama sekali berbeda jika ia mewakili sebagian besar penjualan perusahaan.

Laporan produk berdasarkan nilai membuat manajemen dapat mengevaluasi strategi yang mungkin untuk setiap produk. Hal ini mungkin meliputi penambahan arus kas (sebagai contoh, peningkatan kontribusi dengan meningkatkan harga jual atau menurunkan biaya), peningkatan total penerimaan dan kelangsungan hidup perusahaan. Dalam kondisi persaingan modern, perusahaan yang tidak melakukan usaha inovasi akan menghadapi risiko lebih besar untuk kehilangan pasarnya. Konsumen dan industri pemakai selalu menginginkan produk baru dan produk lebih “baik” yang dapat meningkatkan pemenuhan kepuasan mereka. 

Langkah-langkah yang diikuti dalam pengembangan produk baru terdiri atas lima langkah berikut ini
1. Pencarian gagasan
2. Seleksi produk
3. Desain produk pendahuluan
4. Pengujian (testing)
5. Desain akhir (final)

Bagi perusahaan-perusahaan jasa, tahap desain akhir bersangkutan dengan penetapan standar-standar dan prosedur-prosedur pelayanan. Sebagai contoh, dalam kasus sebuah bank, standar waktu tunggu untuk berbagai tipe pelayanan bank dapat ditentukan.

Pengembangan produk baru ini bukanlah pekerjaan yang mudah, karena adanya berbagai hambatan, diantaranya:
1.Kurangnya gagasan (idea) pengembangan produk baru yang baik
2.Kondisi pasar yang semakin bersaing, karena banyaknya persaingan dan berbagai produk substitusi
3.Batasan-batasan yang semakin bertambah dari masyarakat dan Pemerintah. Sebagai contoh, perlindungan akan keselamatan lingkungan, dan keamanan pemakaian produk
4.Biaya proses pengembangan produk baru yang sangat mahal; karena untuk dapat menghasilkan beberapa produk baru, perusahaan harus mengembangkan sejumlah besar gagasan produk baru. Dan dari sejumlah besar gagasan ini hanya sedikit yang sukses diperkenalkan ke pasar sebagai produk
5.Tingginya tingkat kegagalan produk baru dalam pemasarannya, karena ternyata tidak memenuhi pengharapan konsumen atau tidak dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen
6.Jangka waktu kehidupan produk baru yang pendek, karena setelah produk baru secara komersial sukses, maka dalam waktu singkat banyak perusahaan lain meniru dan membanjiri pasar dengan produk mereka.

2.5. Quality Function Deployment (QFD)

Quality Function Deployment (QFD) berkaitan dengan (1) menetapkan apa yang akan memuaskan pelanggan dan (2) menerjemahkan keinginan pelanggan pada desain yang ditargetkan. Idenya adalah untuk memahami keinginan pelanggan dan memperkenalkan solusi proses alternatif. Informasi ini kemudian dipadukan dalam desain produk yang terus berubah. QFD digunakan di awal proses desain untuk membantu menetapkan apa yang dapat memuaskan pelanggan dan kemana penyebaran usaha-usaha berkualitas.

Satu alat QFD adalah rumah kualitas (house of quality). Rumah kualitas merupakan teknik grafis untuk menjelaskan hubungan antara keinginan pelanggan dan produk atau jasa. Hanya dengan menetapkan hubungan ini seorang manajer operasi dapat membangun produk dan proses dengan keistimewaan yang diinginkan pelanggan. Penerapan hubungan inilah yang merupakan langkah awal membangaun sistem produksi tingkat dunia. Untuk membuat rumah kualitas dilakukan enam langkah dasar :
1. Kenali keinginan pelanggan
2. Kenali bagaimana produk/jasa akan memuaskan keinginan pelanggan
3. Hubungkan keinginan pelanggan dengan bagaimana produk akan dibuat untuk memenuhi keinginan pelanggan tersebut
4. Kenali hubungan antar sejumlah bagaimana pada perusahaan
5. Buat tingkat kepentingan.
6. Evaluasi produk pesaing

2.6. Kemampuan untuk Diproduksi dan Rekayasa Nilai

Kemampuan untuk Diproduksi dan Rekayasa Nilai (manufacturability and value engineering) memperhatikan perbaikan desain dan spesifikasi pada tahapan pengembangan produk mulai dari penelitian, pengembangan, desain, dan produksi. Selain pengurangan biaya yang nyata dan langsung terlihat, desain agar barang dapat diproduksi dan rekayasa nilai juga menghasilkan keuntungan lain. Di antaranya adalah:
1. Mengurangi kompleksitas produk
2. Standardisasi tambahan komponen
3. Perbaikan aspek fungsional produk
4. Memperbaiki desain pekerjaan dan keamanan pekerjaan
5. Memperbaiki kemudahan pemeliharaan produk
6. Desain yang tanggung

Kemampuan untuk diproduksi dan aktivitas rekayasa nilai mungkin merupakan teknik terbaik yang ada untuk menghindari biaya pada manajemen operasi. Hal tersebut dapat menghasilkan peningkatan nilai dengan memusatkan perhatian untuk mencapai spesifikasi fungsional yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan cara yang optimal. Desai produk mempengaruhi semua aspek pengeluaran operasional. Karena itu juga, pengembangan proses perlu memastikan evaluasi desain secara menyeluruh sebelum berkomitmen untuk memproduksi.

2.7. Permasalahan Desain Produk

Untuk mengembangkan sebuah sistem dan struktur organisasi yang efektif, telah ditambahkan beberapa teknik penting untuk merancang suatu produk yaitu:
1. Desain yang Tangguh
2. Desain Modular
3. Computer-Aided Design (CAD)
4. Computer-Aided Manufacturing (CAM)
5. Teknologi Virtual Reality
6. Analisis Nilai
7. Desain yang Ramah Lingkungan

2. 8. Desain Pelayanan

Desain pelayanan merupakan cara perusahaan untuk memberikan pelayanan yang terbaik terhadap konsumen. Tujuan dari desain pelayanan adalah mengurangi tingkat komplain dari konsumen untuk diantisipasi oleh perusahaan secara maksimal. Cara untuk memaksimalkan pelayanan terhadap konsumen dapat dilakukan dengan jalan:
1. membuat desain pelayanan
2. membuat desain pelayanan
3. membuat desain pelayanan

2.9. Aplikasi Pohon Keputusan dalam Desain Produk

Pohon keputusan dipergunakan untuk memutuskan suatu produk baru secara baik, banyaknya variasi yang dibutuhkan sesuai dengan permasalahan manajemen. Bentuk pohon keputusan dapat diikuti melalui prosedur berikut:
1. Mencari alternatif yang memungkinkan dan pernyataan kebiasaan yang terjadi ke dalam pohon, termasuk pernyataan alternatif dengan ”tidak melakukan apa-apa”.
2. Setiap hasil akan merupakan cabang dari pohon. Merupakan tempat untuk mengembangkan hasil menjadi penambahan cabang.
3. Pohon keputusan bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai harapan (expected value) dari setiap keputusan yang diambil. Selanjutnya, setiap keputusan uraiannya dimulai dari kanan dari pohon keputusan, sedangkan titik cabang keputusan dinyatakan dengan “node”

2.10.Transisi Menuju Produksi

Akhirnya, suatu produk, baik itu berupa barang atau jasa, telah dipilih, didesain, dan diterapkan. Produk telah berkembang dari sebuah ide menjadi definisi yang fungsional, dan kemudian mungkin menjadi sebuah desain. Sekarang, majemen harus membuat keputusan untuk mengembangkan lebih lanjut dan memproduksi atau menghentikan ide produk.
Saat keputusan dibuat, biasanya ada satu periode produksi percobaan untuk memastikan desain benar-benar dapat diproduksi. Ini merupakan uji kemampuan untuk diproduksi. Percobaan ini juga memberikan staf operasi kemungkinan untuk mengembangkan peralatan yang sesuai, prosedur pengendalian kualitas, dan pelatihan karyawan untuk memastikan bahwa produk dapat dimulai dengan sukses. Pada akhirnya, saat produk dianggap dapat dipasarkan dan diproduksi, manajemen lini akan melimpahkan tanggung jawab.

Beberapa perusahaan menunjukkan seorang manajer proyek, sementara yang lainnya menggunakan tim pengembangan produk untuk memastikan transisi dari pengembangan ke produk berjalan dengan sukses. Kedua pendekatan ini memungkinkan rentang yang luas perlunya sumber daya dan potensi sukses untuk memastikan produksi yang memuaskan dari sebuah produk yang masih dalam kondisi berfluktuasi. Pendekatan ketiga adalah perpaduan pengembangan produk dan organisasi manufaktur. Pendekatan ini menjadikan perpindahan sumber daya antara dua organisasi mudah, di saat kebutuhan berubah. Tugas manajer operasi adalah membuat perpindahan dari litbang ke produksi tanpa gejolak atau sehalus mungkin.


terimakasih anda telah membaca Desain Produk Manajemen Operasional. semoga bermanfaat.

Faktor Faktor Pengaruh Dalam Pemilihan Lokasi

FAKTOR-FAKTOR PENGARUH DALAM PEMILIHAN LOKASI

            Factor-faktor penting yang dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi masing-masing perusahaan berbeda. Bagi suatu perusaan mengkin factor terpenting adalah dekat dengan pasar. Tetapi mungkin yang lebih paenting bagi perusahaan lain adalah dekat dengan sumber-sumber penyediaan bahan dan komponen. Masih organisasi lainnya mungkin menemukan bahwa factor yang paling penting adalah memilih lokasi di mana tersedia tenaga kerja yang mencukupi kebutuhan organisasi, ataupun biaya transportasi, yang sangat tinggi bila produk berat dan besar.
            Jadi, alasan utama terjadinya perbedaan dalam pemilihan lokasi adalah adanya pebedaan kebutuhan masing-masing perusahaan. Lokasi yang baik adalah suatu persoalan individual. Hal ini sering disebut pendekatan “situasional” atau “contingency” untuk pembuatan keputusan bila dinyatakan secara sederhana, “semuanya bergantung”. Secara umum factor-faktor yang perlu di pertimbangkan dalam pemilihan lokasi perusahaan :
1.         lingkungan masyarakat, kesediaan masyarakat suatu daerah menerima segala konsekuensi, baik konsekuensi positif maupun negatifdidirikannya suatu pabrik di daerah tersebut merupakan suatu syarat terpenting. Perusahaan perlu memperhatikan nilai-nilai lingkungan dan ekologi di mana perusahaan akan berlokasi, karena pabrik-pabrik sering memproduksi limbah dalam berbagai bentuk air, udara, atau limbah zat padat yang telah tercemar, dan sering menimbulakan suara bising. Di lain pihak, masyarakat membutuhkan industry atau perusahaan karena menyediakan bebagai lapangan pekerjaan dan uang yang di bawa industry ke masyarakat. Lingkungan masyarakat yang menyenangkan bagi kehidupan para karyawan dan eksekutif juga memungkinkan mereka melakukan pekerjaan dengan lebih baik. Tersedianya fasilitas sekolah, rekreasi kegiatan-kegiatan budaya dan olahraga adalah bagian penting dari keputusan ini.
2.         kedekatan dengan pasar. Dekat dengan pasar akan membuat perusahaan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para langganan, dan sering mengurangi biaya distribusi. Perlu dipertimbangkan juga apakah pasar perusahaan tersebut luas ataukah hanya melayani sebagian kecil masyarakat, produk mudah rusak atau tidak, berat produk, dan proporsibiaya distribusi barang jadi pada total biaya. Perusahaan besar dengan jangkauan pasar yang luas, dapat mendirikan pabrik-pabriknya di banyak tempat yang tersebar untuk mendekati pasar.
3.         tenaga kerja. Di manapun lokasi perusahaan, harus mempunyai tenaga kerja, karena itu cukup tersedianya tenaga kerja merupakan hal yang mendasar. Bagi banyak perusahaan sekarang kebiasaan dan sikap calon pekerja suatu daerah lebih penting dari keterampilan dan pendidikan, karena jarang perusahaan yang dapat menemukan tenaga kerja baru yang telah siap pakai untuk pekerjaan yang sangat bervariasi dan tingkat spesialisasi yang sangat tinggi, sehingga perusahaan harus menyelenggarakan program latihan khusus bagi tenaga kerja yang lebih baik disbanding dari daerah lain, seperti tercermin pada tingkat absensi yang berbeda dan semangat kerja mereka. Disamping itu, penarikan tenaga kerja, kuantitas dan jarak, tingkat upah yang berlaku, serta persaingan antar perusahaan dalam memperebutkan tenaga kerja yang berkualitas tinggi, perlu diperhatikan perusahaan.
4.         kedekatan dengan bahan mentah dan supplier. Apabila bahan mentah berat dan susut cukup besar dalam proses produsi maka perusahaan lebih baik  berlokasi dekat bahan mentah, missal pabrik semen, kayu, kertas dan baja. Tetapi bila produk jadi lebih berat, besar, dan bernilai rendah maka lokasi dipilih sebaliknya. Begitu juga bila bahan mentah lekas rusak, seperti perusahaan buah-buahan dalam kaleng, lebih baik dekat bahan mentah. Lebih dekat dengan bahan mentah dan para penyadia (supplier) memungkinkan suatu perusahaan mendapatkan pelayanan supplier yang lebih baik dan menghemat biaya pengadaan bahan.
5.         fasilitas dan biaya transportasi. Tersedianya fasilitas transportasi baik lewat darat, udara dan air akan melancarkan pengadaan factor-faktor produksi dan penyaluran produk perusahaan. Pentingnya pertimbangan biaya biaya transportasi tergantung “sumbangan” nya terhadap total biaya, contoh untuk perusahaan computer yang biaya transportasinya hanya sekitar 1 atau 2% dari total biaya, tidak jadi masalah di manapun lokasi perusahaan berada disbanding bagi perusahaan semen.

6.         sumber daya alam lainnya. Perusahaan-perusahaan seperti pabrik kertas, baja, karet, kulit, gula, tenun, pemrosesan makanan, alumunium dan sebagainya sangat memerlukan air dalam kuantitas yang besar. Selain itu hamper setiap industry memerlukan baik tenaga yang dibangkitkan dari aliran listrik, disel, air, angina dan lain-lain. Oleh sebab itu perlu diperhatikan tersedianya sumber daya-sumber daya (alam) dengan murah dan mencukupi.
Terimakasih anda telah membaca Faktor Faktor Pengaruh Dalam Pemilihan Lokasi. semoga bermanmaat.

Thursday, January 2, 2014

Pengertian Teori Investasi

I. Pengertian Investasi                         
Investasi adalah menempatkan uang menjadi sesuatu dengan harapan laba. Lebih khusus lagi, investasi adalah komitmen dari uang atau modal untuk pembelian instrumen keuangan atau aset lainnya untuk mendapatkan kembali menguntungkan dalam bentuk bunga, dividen , atau apresiasi dari nilai instrumen ( keuntungan modal ). Hal ini berkaitan dengan tabungan atau menunda konsumsi . Investasi terlibat dalam berbagai bidang ekonomi , seperti manajemen bisnis dan keuangan baik untuk rumah tangga, perusahaan, atau pemerintah. Sebuah investasi melibatkan pilihan oleh perorangan atau organisasi, seperti dana pensiun, setelah analisis beberapa atau pikiran, untuk menempatkan atau meminjamkan uang dalam instrumen, kendaraan atau aset, seperti properti , komoditas , saham , obligasi , derivatif keuangan ( misalnya berjangka atau opsi ), atau aset asing dalam mata uang asing, yang memiliki tingkat resiko tertentu dan menyediakan kemungkinan pengembalian menghasilkan lebih dari satu periode waktu.
            Investasi datang dengan resiko hilangnya jumlah pokok . Investasi yang belum dianalisis dapat sangat berisiko terhadap pemilik investasi karena kemungkinan kehilangan uang tidak berada dalam kontrol pemilik. Perbedaan antara spekulasi dan investasi bisa halus. Itu tergantung pada pemiliknya investasi pikiran apakah tujuannya adalah untuk pinjaman sumber daya untuk orang lain untuk tujuan ekonomi atau tidak.
            Dalam hal investasi, dari pada menyimpan baik dihasilkan atau setara uang, investor memilih untuk menggunakan yang baik baik untuk membuat konsumen tahan lama atau produsen yang baik, atau untuk meminjamkan asli disimpan baik ke yang lain dalam pertukaran baik untuk kepentingan atau bagian dari keuntungan. Dalam kasus pertama, individu menciptakan barang-barang konsumsi tahan lama, berharap layanan dari yang baik akan membuat hidupnya lebih baik. Di kedua, individu menjadi seorang pengusaha menggunakan sumber daya untuk memproduksi barang dan jasa untuk orang lain dengan harapan suatu penjualan yang menguntungkan. Kasus ketiga menggambarkan pemberi pinjaman, dan keempat menggambarkan seorang investor dalam pembagian bisnis. Dalam setiap kasus, konsumen memperoleh aset tahan lama atau investasi, dan rekening untuk aset yang dengan merekam suatu kewajiban setara. Dengan berjalannya waktu, dan kedua harga dan mengubah suku bunga, nilai dari aset dan kewajiban juga berubah.
            Suatu aset biasanya dibeli, atau ekuivalen deposit dibuat di bank, dengan harapan mendapatkan masa depan yang kembali atau bunga dari itu. Kata berasal dari bahasa
            Latin "vestis", yang berarti garmen, dan mengacu pada tindakan meletakkan sesuatu (atau klaim uang untuk sumber daya) ke 'saku orang lain.  Arti dasar dari istilah menjadi aset yang digelar untuk memiliki beberapa berulang atau capital gain. Ini adalah aset yang diharapkan dapat memberikan kembali tanpa bekerja pada aset per se. The "investasi" digunakan secara berbeda di bidang ekonomi dan di bidang keuangan. Para ekonom merujuk pada investasi riil (seperti mesin atau rumah), sementara ekonom keuangan mengacu pada aset finansial, seperti uang yang dimasukkan ke dalam bank atau pasar, yang kemudian dapat digunakan untuk membeli aset riil.
II. Berikut ini adalah beberapa Jenis-jenis Investasi menurut para ahli :
Menurut Mulyadi (2001:284) terdapat empat jenis investasi yaitu sebagai berikut :
Jenis investasi dapat dibagi menjadi empat, yaitu:
            a.   Investasi yang tidak menghasilkan laba.
b.    Investasi yang tidak dapat diukur labanya.
            c.   Investasi dalam penggantian peralatan
d.    Investasi dalam perluasan usaha.
Empat jenis investasi yang telah disebutkan di atas, dapat dijelaskan sebagai berikut:
a.    Investasi yang tidak menghasilkan laba. Investasi ini timbul karena adanya peraturan pemerintah atau karena syarat-syarat yang telah disetujui, yang mewajibkan perusahaan untuk melaksanakannya tanpa mempertimbangkan laba atau rugi.
b.    Investasi yang tidak dapat diukur labanya. Investasi ini dimaksudkan untuk menaikkan laba.
c.    Investasi dalam penggantian peralatan. Investasi jenis ini meliputi pengeluaran untuk penggantian mesin dan peralatan yang ada. Dalam pemakaian mesin dan peralatan pada suatu saat akan terjadi biaya operasi mesin dan peralatan menjadi lebih besar dibandingkan dengan biaya operasi jika mesin tersebut diganti dengan yang baru atau produktivitasnya tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan.
d.    Investasi dalam perluasan usaha. Tambahan kapasitas akan memerlukan aktiva diferensial berupa tambahan investasi dan akan menghasilkan pendapatan diferensial yang berupa tambahan pendapatan serta memerlukan biaya diferensial yang berupa tambahan biaya karena tambahan kapasitas.
Abdul Halim (Analisis Investasi 2005:4) Umumnya investasi dibedakan menjadi dua, yaitu: investasi pada aset-aset finasial (financial assets) dan investasi pada aset-aset riil (real assets). Investasi sektor real adalah jenis investasi dengan pengadaan asset-asset contohnya seperti tanah, bangunan, mesin dan sebagainya. Investasi sektor financial adalah jenis invesatsi yang penanaman modalnya berupa instrumen-instrumen keuangan di pasar modal maupun pasar uang. Instrument-intrument itu seperti saham, obligasi, valas dan sebagainya.
Menurut Martono dan D. Agus Marjito (2002:138) menyatakan bahwa: Dilihat dari jangka waktunya, investasi dibedakan menjadi 3 macam yaitu investasi jangka pendek, investasi jangka menengah dan investasi jangka panjang. Sedangkan dilihat dari jenis aktivanya, investasi dibedakan kedalam 2 jenis yaitu investasi pada aktiva riil dan investasi dalam aktiva non-riil. Investasi dalam aktiva riil misalnya investasi dalam tanah, gedung, mesin dan peralatan-peralatan. Sedangkan investasi dalam aktiva non-riil misalnya investasi kedalam surat-surat berharga.
Menurut Bambang Susilo (Pasar Modal 2009:2) investasi dibedakan menjadi dua, yaitu investasi pada asset nyata (real asset) dan investasi pada aset financial (financial asset). Invetasi pada asset nyata contohnya seperti pembelian emas, tanah, real estate atau mendirikan perusahaan. Pada jenis investasi ini investor benar-benar melakukan investasi secara langsung mengeluarkan sejumlah dana untuk membeli asset nyata. Sedangkan investasi pada asset financial adalah dengan membeli intrumen keuangan, misalnya saham, obligasi, waran, right issue. Instrument ini bukan berupa asset nyata melainkan hanya berupa kertas klaim (bukti) terhadap penerbitnya.
Investasi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu investasi riil dan investasi finansial. Yang dimaksud dengan investasi riil ádalah investasi terhadap barang-barang yang tahan lama (barang-barang modal) yang akan digunakan untuk proses produksi. Sedangkan investasi finansial adalah investasi terhadap surat-surat berharga, misalnya pembelian saham, obligasi dan lain sebagainya. (Guritno Mangkoesoebroto, Algifari, 1991 : 75)
Jenis-jenis investasi berdasarkan kekhususan tertentu dari kegiatannya di bagidalam beberapa kelompok yaitu (Harapan, 2009:18):
a.    Investasi Baru. Investasi baru yaitu investasi bagi pembuatan sistem produksi baru, baik sebagai bagian dari usaha baru untuk produksi baru maupun perluasan produksi, tetapi harus menggunakan sistem produksi baru.
b.    Investasi Peremajaan. Investasi jenis ini umumnya hanya digunakan untuk mengganti barang-barang kapital lama dengan yang baru, tetapi masih dengan kapasitas dan ongkos produksi yang sama dengan alat yang digantikannya.
c.    Investasi Rasionalisasi. Pada kelompok ini peralatan yang lama diganti oleh yang baru tetapi dengan ongkos produksi yang lebih murah, walaupun kapasitas sama dengan yang digantikannya.
d.    Investasi Perluasan. Dalam kelompok investasi ini peralatannya baru sebagai pengganti yang lama. Kapasitasnya lebih besar sedangkan ongkos produksi masih sama.
e.    Investasi Modernisasi. Investasi ini digunakan untuk memproduksi barang baru yang memang proses baru, atau memproduksi lama dengan proses yang baru.
f.    Investasi Diversifikasi. Investasi ini untuk memperluas program produksi perusahaan tertentu, sesuai dengan program diversifikasi kegiatan usaha korporasi yang bersangkutan

Peramalan (Forecasting) Permintaan Akan Produk Dan Jasa

PERAMALAN (FORECASTING) PERMINTAAN AKAN PRODUK & JASA
Peramalan (forecasting) permintaan akan produk dan jasa di waktu mendatang dan bagian-bagiannya adalah sangat penting dalam perencanaan dan pengawasan produksi. Peramalan yang baik adalah esensialuntuk efisiensi operasi-operasi manufacturing dan produksi jasa. Manajemen produksi/operasi menggunakan hasil-hasil peramalan dalam membuat keputusan-keputusan yang menyangkut pemilihan proses, perencanaan kapasitas, dan layout fasilitas, serta untuk berbagai keputusan yang bersifat terus menerus berkenaan dalam perencanaan, scheduling dan persediaan.
METODE-METODE PERAMALAN
            Peramalan kadang-kadang dilakukan dengan metode “to-down”. Dalam kasus-kasus lainnya, sebaliknya, digunakan metode :bottom-up”. Dan dalam kasus-kasus lainnya lagi, pengalaman masa lalu diekstropolasi ke waktu mendatang dengan menggunakan berbagai prosedur matematikal dan statistical.
1. Top-down Forecasting
            Metode “top-down” sering dimulai dengan penggunaan hasil-hasil peramalan berbagai kondisi bisnis umum yang dibuat oleh para ekonom dalam berbagai lembaga-lembaga pemerintah dan dalam perusahaan-perusahaan besar serta universitas-universitas. Ramalan-ramalan seperti ini secara ajeg muncul dalam publikasi-publikasi pemerintah dan swasta. Disamping itu, ramalan-ramalan yang lebih terperincidan dibuat menurut pesanan dibeli oleh organisasi-organisasi yang bergerak khusus dalam peramalan “ekonometrik” (peramalan kecenderungan ekonomi, penggunaan prosedur-prosedur statistical dan matematikal). Sebagai contoh, para ahli mungkin mengatakan bahwa produk nasional bruto tahun yang akan dating sebesar 1.000 triliyun rupiah. Bagi suatu perusahaan yang membuat lemari es, kompor gas, mesin cuci dan sebagainya, timbul pertanyaan : Bagaimana hal itu akan mempengaruhi kita? Para peramal dalam perusahaan pertama harus menterjemahkan peramalan umum ke peramalan bisnis industry-nya di waktu yang akan dating. Kemudian harus diperkirakan bagian pasar perusahaan (market share), dan akhirnya, berapa banyak setiap produk perusahaan akan dapat dijual setiap bulan (peramalan penjualan perusahaan).
            Para peramal sering menggunakan metode peramalan “ekstrinsik” untuk menyusun ramalan-ramalan khusus bagi produk individual utama atau bagi kelompok dan kelas produk penting. Metode peramalan ekstrinsik biasanya digunakan untuk peramalan kelompok-kelompok produk, seperti sepatu atau ban. Ramalan-ramalan ini biasanya dikembangkan oleh staf pemasaran organisasi.  Metode peramalan ini menganggap bahwa diwaktu yang lalu, ada berbagai hubungan antara penjualan suatu barang atau kelompok barang dengan satu atau lebih factor eksternal, seperti pertumbuhan penduduk, tingkat pendapatan, jumlah orang yang bekerja, atau jumlah rumah baru yang sedang dibangun. Di samping itu, juga dianggap bahwa perubahan-perubahan dalam factor-faktor eksternal mempunyai suatu hubungan yang kuat dengan penjualan produk di waktu yang lalu, dan hubungan ini akan berlanjut di waktu yang akan datang.
            Metode statistical yang paling umum digunakan untuk mencari hubungan-hubungan ini adalah analisis regresi dan korelasi. Untuk menggunakan metode ini, analis memerlukan data historic yang akan dipakai untuk mengembangkan persamaan-persamaan regresi, dan mereka juga memerlukan kemampuan untuk dapat memperkirakan factor-faktor predictor atau variable-variabel “ekstrinsik” dalam pembuatan suatu ramalan. Estimasi factor-faktor predictor ini harus dilakukan secara tepat, karena bila salah, peramalan permintaan di waktu yang akan dating juga menjadi salah.
2. Bottom-up Forecasting
            Metode bottom-up mulai dengan perkiraan permintaan produk akhir individual. Berapa banyak setiap produk akhir akan dapat dijual oleh perusahaan tahun depan? Atau berapa jam pelayanan yang akan diminta? Dalam metode ini para peramal menerima estimasi-estimasi dari orang-orang penjualan, para dealer (distributor),dan para langganan. Analis juga perlu mengamati pola-pola penjualan di waktu yang lalu. Akhirnya, analis menambahkan ramalan-ramalan produk lainnya dan memperoleh hasil peramalan total, yang disebut ramalan agrerat.
            Dalam kenyataannya, banyak perusahaan menggunakan kedua metoda, top-down dan bottom-up, secara bersamaan dan mengkombinasikan kedua hasil proyeksinya menjadi suatu ramalan tunggal. Tetapi sebelum penetapan ramalan akhir, perusahaan juga mungkin menggunakan pendekatan “pendapatan dewan eksekutif” (metoda “Delphi”) untuk membenarkan dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu hasil peramalan yang ditentukan secara lebih tehnikal. Ramalan-ramalan disesuaikan ke bawah atau ke atas menurut apa yang diperkirakan orang-orang puncak organisasi tentang waktu yang akan datang.
PROSES PERAMALAN
            Peramalan adalah suatu usaha untuk meramalkan keadaan dimasa mendatang melalui pengujian keadaan dimasa lalu. Esensi peramalan adalah perkiraan peristiwa-peristiwa di waktu yang akan dating atas dasar  pola-pola di waktu yang lalu dan penggunaan kebijakan terhadap proyeksi-proyeksi dengan pola-pola di waktu yang lalu. Peramalan memerlukan kebijakan, sedangkan proyeksi adalah fungsi-fungsi mekanikal, proses peramalan biasanya terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut :
1. Penentuan tujuan. Langkah pertama terdiri atas penentuan macam estimasi yang diinginkan. Sebaliknya tujuan tergantung pada kebutuhan-kebutuhan informasi para manajer. Analis membicarakan dengan para pembuat keputusan umtuk mengetahui apa kebutuhan-kebutuhan mereka, dan menentukan :
a)      Variabel-variabel apa yang akan diestimasi.
b)      Siapa yang akan menggunakan hasil peramalan .
c)      Untuk tujuan-tujuan apa hasil peramalan akan digunakan.
d)     Estimasi jangka panjang atau jangka pendek yang diinginkan.
e)      Derajat ketepatan estimasi yang diinginkan.
f)       Kapan estimasi dibutuhkan.
g)      Bagian-bagian peramalan yang diinginkan, seperti peramalan untuk kelompok pembeli, kelompok produk atau daerah geografis.
2. Pengembangan model. Setelah tujuan ditetapkan langkah berikutnya adalah mengembangkan suatu mode, yang merupakan suatu penyajian secara lebih sederhana system yang dipelajari. Dalam peramalan, Model adalah suatu kerangka analitik yang bila dimasukkan data masukan menghasilkan estimasi penjualan diwaktu mendatang (variable apa saja yang diramal). Analis hendaknya memilih sutau model yang menggambarkan secara realistic perilaku variable-variabel yang dipertimbangkan.
            Pemilihan suatu model yang tepat adalah krusial. Setiap model mempunyai asumsi-asumsi yang harus dipenuhi sebagai persyaratan penggunaannya. Validitas dan reliabilitas estimasi sangat tergantung pada model yang dipakai.
3. Pengujian model. Sebelum diterapkan model biasanya diuji untuk menentukan tingkat akurasi, validitas dan reliabilitas yang diharapkan. Ini sering mencakup penerapannya pada data historic dan penyiapan estimasi untuk tahun-tahun sekarang dengan data nyata yang tersedia. Nilai suatu model ditentukan oleh derajat ketepatan hasil peramalan dengan kenyataanya.Dengan kata lain pengujian model bermaksud untuk mengetahui validitas atau kemampuan prediktif secara logic suatu model.
4. Penerapan model. Setelah pengujian analis menerapkan model dalam tahap ini, data historik dimasukkan dalam model untuk menghasilkan suatu ramalan. Dalam kasus model penjualan= A + BX, Analis menerapkan tehnik-tehnik matematik agar diperoleh A dan B.
5. Revisi dan Evaluasi. Ramalan-ramalan yang telah dibuat harus senantiasa harus diperbaiki dan ditinjau kembali. Perbaikan mungkin perlu dilakukan karena adanya perubahan-perubahan dalam perusahaan atau lingkungannya seperti tingkat harga produk perusahaan, karakteristik-karakteristik produk. Pengeluaran-pengeluaran pengiklanan, tingkat pengeluaran pemerintah, kebijaksanaan moneter  dan kemajuan tehnologi. Evaluasi dilain pihak merupakan pembandingan ramalan-ramalan dengan hasil-hasil nyata untuk menilai ketepatan penggunaan suatu metodologi atau tehnik peramalan. Langkah ini diperlukan untuk menjaga kualitas estimasi-estimasi di waktu yang akan datang.

TEHNIK-TEHNIK PERAMALAN
            Berbagai macam tehnik peramalan telah tersedia, kualitatif analisis trend, analisis runtun waktu, analisis regresi dan korelasi, model-model ekonometrik dan model-model simulasi.
Tehnik-tehnik kualitatif
Tehnik-tehnik kualitatif adalah subyektif atau judgmental atau berdasarkan pada estimasi-estimasi dan pendapat-pendapat. Berbagai sumber pendapat bagi peramalan kondisi bisnis adalah sebagai berikut:
1. Para eksekutif. Para eksekutif sering mempunyai kemampuan untuk memberikan masukan-masukan forecasting yang berguna, terutama dari para manajer yang mempunyai pengalaman cukup lama dalam industry atau dalam perusahaan sejenis. Seorang eksekutif dalam industry penerbitan buku teks, sebagai contoh, mungkin dapat memberikan ramalan-ramalan penjualan alat-alat visual untuk para instructor dengan benar. Pengalaman menunjukkan bahwa para eksekutif dalam produksi, pemasaran atau penjualan, manajemen puncak adalah sumber-sumber yang baik.
2. Orang-orang penjualan. Sumber baik lainnya adalah tenaga-tenaga penjualan. Para anggota kelompok ini secara tetap berhubungan dengan para langganan, sehingga akan mapu untuk memperkirakan rencana rencana pembelian, sikap dan kebutuhan mereka. Orang-orang penjualan juga merupakan sumber yang dapat informasi tentang taktik taktik para pesaing sekarang dan perkiraan di waktu yang akan datang.
3. Para langganan. Langganan (cutomers) yang membeli kelurn (produk atau jasa) perusahaan kadang-kadang bersedia dan berkeinginan untuk mengungkapkan rencana-rencana pembelian mereka. Hal ini sering dijumpai terutama bagi perusahaan-perusahaan yang menjual produk-produknya ke pasar industry, dan informasi yang diberikan para langganan merupakan umpan balik bagi perusahaan. Langganan mungkin menyampaikan informasi ini secara pribadi kepada para eksekutif dan orang-orang penjualan, atau melalui surat, telephone dan pengisian daftar pertanyaan suatu survai konsumen atau wawancara pribadi.
4. Lain-lain. Dalam banyak contoh, para spesialis (ahli) dalam berbagai bidang memberikan pendapat-pendapat yang sangat bernilai. Berikut ini adalah daftar contoh para ahli dan tipe-tipe perusahaan yang dapat menggunakan pendapat mereka dalam melakukan forecasting.
            Sedangkan berbagai teknik peramalan kualitatif yang dapat digunakan, secara ringkas dapat diuraikan berikut ini :
1. Metoda Delphi.  Metoda Delphi merupakan teknik yang mempergunakan suatu prosedur yang sistematik untuk mendapatkan suatu konsensus pendapat-pendapat dari suatu kelompok ahli. Proses Delphi ini dilakukan dengan meminta kepada para anggota kelompok untuk memberikan serangkaian ramalan-ramalan melalui tanggapan mereka terhadapdaftar pertanyaan. Kemudian, seorang moderator mengu,pulkan dan memformulasikan daftar pertanyaan baru dan dibagikan lagi kepada kelompok.
2. Riset pasar. Riset pasar adalah peralatan peramalan yang berguna, terutama bila ada kekurangan data historic atau data tidak reliable. Teknik ini secara khusus  digunakan untuk meramal permmintaaan jangka panjang dan penjualan produk baru.
3. Analogi historic. Peramalan dilakukan dengan menggunakan pengalaman-pengalaman historic dari suatu produk yang sejenis. Peramalan produk baru dapat dikaitkan dengan tahap-tahap dalam siklus kehidupan produk yang sejenis.
4. Konsensus panel. Gagasan yang didiskusikan oleh kelompok akan menghasilkan ramalan-ramalan yang lebih baik daripada dilakukan oleh seseorang. Diskusi dilakukan dalam pertemuan pertukaran gagasan secara terbuka. Para partisipan dapat terdiri para eksekutif, orang-orang penjualan, para ahli atau langganan.



DAFTAR PUSTAKA


Handoko, T Hani. 2000. Dasar-Dasar Manajemen Produksi dan Operasi. Edisi 1. Yogyakarta. BPFE Yogyakarta.

Pengertian Teori Konsumsi Ekonomi Makro

A.       PENGERTIAN KONSUMSI

Dilihat dari arti ekonomi, konsumsi merupakan tindakan untuk mengurangi atau menghabiskan nilai guna ekonomi suatu benda. Sedangkan menurut Draham Bannoch dalam bukunya ìeconomicsî memberikan pengertian tentang konsumsi yaitu merupakan pengeluaran total untuk memperoleh barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (dalam satu tahun) pengeluaran.
Konsumsi berasal dari bahasa Inggris yaitu  ìConsumptionî. Konsumsi adalah pembelanjaan atas barang-barang dan jasa-jasa yang dilakukan oleh rumah tangga dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dari orang yang melakukan pembelanjaan tersebut. Pembelanjaan masyarakat atas makanan, pakaian, dan barang-barang kebutuhan mereka yang lain digolongkan pembelanjaan atau konsumsi. Barang-barang yang diproduksi untuk digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya dinamakan barang konsumsi (Dumairy, 2004). Fungsi konsumsi adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan  di antara tingkat konsumsi rumah tangga dalam perekonomian dengan pendapatan nasional (pendapatan  disposabel) perekonomian tersebut. Fungsi konsumsi dapat dinyatakan dalam persamaan:
C = a + bY  .............. dimana a adalah konsumsi rumah tangga ketika pendapatan nasional adalah 0, b adalah kecondongan konsumsi marginal, C adalah tingkat konsumsi dan Y adalah tingkat pendapatan nasional.

B. TEORI-TEORI KONSUMSI

1.  Teori Konsumsi John Maynard Keynes
Dalam teorinya Keynes mengandalkan analisis statistik, dan juga membuat dugaan-dugaan tentang konsumsi berdasarkan introspeksi dan observasi casual.
Pertama, dan terpenting Keynes menduga bahwa, kecenderungan mengkonsumsi marginal (marginal propensity to consume) jumlah yang dikonsumsi dalam setiap tambahan pendapatan adalah antara nol dan satu. Kecenderungan mengkonsumsi marginal adalah krusial bagi rekomendasi kebijakan Keynes untuk menurunkan pengangguran yang kian meluas. Kekuatan kebijakan fiskal untuk mempengaruhi perekonomian seperti ditunjukkan oleh pengganda kebijakan fiskal muncul dari umpan balik antara pendapatan dan konsumsi. 
Kedua, Keynes menyatakan bahwa rasio konsumsi terhadap pendapatan, yang disebut kecenderungan mengkonsumsi rata-rata (avarage prospensity to consume), turun ketika pendapatan naik. Ia percaya bahwa tabungan adalah kemewahan, sehingga ia berharap orang kaya menabung dalam proporsi yang lebih tinggi dari pendapatan mereka ketimbang si miskin. 
Ketiga, Keynes berpendapat bahwa pendapatan merupakan determinan konsumsi yang penting dan tingkat bunga tidak memiliki peranan penting. Keynes menyatakan bahwa pengaruh tingkat bunga terhadap konsumsi hanya sebatas teori. Kesimpulannya bahwa pengaruh jangka pendek dari tingkat bunga terhadap pengeluaran individu dari pendapatannya bersifat sekunder dan relatif tidak penting.
Menururt Keynes, pengeluaran konsumsi yang dilakukan oleh sektor rumah tangga dalam perekonomian tergantung dari besarnya pendapatan. Perbandingan antara besarnya konsumsi dengan jumlah pendapatan disebut kecondongan mengkonsumsi (MPC = Marginal Propensity to Consume). Semakin besar MPC semakin besar pula pendapatan yang digunakan untuk kegiatan konsumsi dan sebaliknya.
Pada kondisi negara yang MPC-nya rendah, maka akan menyebabkan selisih antara produksi nasional (dengan asumsi full employment) dengan tingkat konsumsi (penggunaan produk) menjadi semakin besar. Agar mencapai penggunaan tenaga kerja penuh, para pengusaha perlu melakukan investasi sebesar selisih antara tingkat konsumsi dan produksi tersebut. Jika besarnya investasi tidak mencapai jumlah tersebut, maka akan terjadi pengangguran. Karena kondisi tersebut dalam kondisi nyata tidak selalu tercapai, maka pengangguran akan selalu ada.
Fungsi konsumsi Keynes adalah fungsi konsumsi jangka pendek.  

Keynes tidak mengeluarkan fungsi konsumsi jangka panjang karena menurut Keynes ” in the long run we’re all dead.” , bahwa di dalam jangka panjang, kita semua akan mati, sehingga jangka panjang tidak perlu diprediksi.

Apabila artikel Teori Konsumsi Ekonomi Makro ini menarik, silahkan anda copy, sebagai ilmu pengetahuan sahabat. terimakasih, wassalam.

Desain Fasilitas Dan Layout Manajemen Operasional

Desain Fasilitas Dan Layout Manajemen Operasional


JENIS-JENIS BANGUNAN
Secara umum, bangunan-bangunan dapat dibedakan menjadi bangunan berlanta tunggal dan bangunan bercorak atau arsitektur.
Bangunan Berlantai Tunggal
Bentuk bangunan berlantai tunggal merupakan jenis yang paling umumsekarang. Bangunan ini dapat melebar atau memanjang sesuai kebutuhan dan dapat dengan mudah diperluas. Bangunan berlantai tunggal tidak mempunyai tangga-tangga, lift atau lerengan yang menghubungkan lantai-lantai. Pengangkutan bahan-bahan dari satu tahapan proses ke tahpan berikutnya lebih mudah dan tidak mahal karena dilakukan secara horizontal dan tidak naik turun. Peralatan-peralatan berat dapat diletakkan diatas fondasi yang terpisah dan biaya pembangunannya lebih murah.
Ada beberapa kelemahan bentuk bangunan berlantai tunggal. Bentuk bangunan ini memerlukan ruangan dsar yang lebih luas. Dan bila atap berbentuk datar serta tidak ada kaca pada langit-langit bangunan, di perlukan penerangan artifisial di hampirseluruh bagian pabrik, sistem artifikasi dan pendingin udara (air conditioning) biasanya juga diperlukan.
Bangunan Bertingkat dan Arsitektur
Perkembangan arsitektur lengkap dapat mempunyai dampak penting pada striktur biaya tetap dan variabel bangunan, seperti juga ekerja didalamnya. pada  sikap para karyawan yang bekerja di dalamnya. Karena sifat banyak industri dan karena investasi tetap yang sangat besar pada pabrik phisik banyak organisasi telah mempergunakan pendekatan “kegunaan” terhadap bentuk dan desain fasilitas-fasilitas produksi mereka. Ayak organisasi sekarang menghabiskan jauh lebih banyak dananya untuk merancang faailittas-fasilitas mereka, dan mencobauntuk membuanya baik secara fungsional ekonomis maupunsecara arsiktur menarik.
Bangunan juga dapat dirancang untuk menarik para karyawan, agar motivasi dan produktifitas mereka lebih tooinggi dalam pencapaian tujuan,ini ditandai semakin meluasnya pengguna karpet, dinding kayu, dan tata warna yang di koordinasi secara baik dalam bangunan-bangunan kantor. Bangunan adalah salah satu satu fasilitas yang paling produktif.
BERBAGAI PERTIMBANGAN DESAIN FASILITAS LAINNYA
Berbagai faktor penting lainnya disamping yang telah dibahas di atas dapat diuraikan sebagai berikut :
1.      Biaya-biaya bangunan. biaya fasilitas baru tergantung pada keperluan. Biaya-biaya tentu saja berbeda-berbeda untuk berbeda pula. Luas lantai gdiperlukan untuk mesin, peralatan, gerak karyawan dan sebagainya membangun akan berpengaruh pada per unit meter persegi. Perusahaan-perusahaan yang membangun pabrik baru dapat menerapkan perbaikan-perbaikan untuk menurunkan biaya-biaya (1) penanganan bahan, (2) supervisi, (3) pemeliharaan, (4) persediaan, (5) pengiriman, dan (6) asuransi. Penerangan biasanya juga dapat diperbaiki sehingga biayanya dapat ditekan. Semangat kerja karyawan dan kualitas produk meningkat, sehingga biaya tenaga kerja per unit turun.
2.      Sistem komunikasi dalam pabrik. Dalam pabrik, para karyawan sering harus berkomunikasi satu dengan yang lain untuk memberikan dan menerima perintah atau pengarahan, serta mengirim dan menerima laporan-laporan dan berbagai pengarahaan tertulis. Berbagai contoh peralatan komunikasi adalan sistem telephone atau intercome internal, komputer, kotak-kotak pelaporan kartu kerja (disebut “transactor”) radio dan televisi, dan sebagainya. Pemilihan sistem komunkasi ini akan mempengaruhi disain fasilitas.
3.      Keamanan, Disain fasilitas perlu mempertimbangkan perlindugan terhadap disain – disain produk, formula–formula, dan rahasia–rahasia oraganisasi, serta kekayaan oraganisasi. Kamera–kamera televisi dapat membantu untuk memonitor keadaan keamanan organisasi., selain sistem alarm atau peralatan tanda bahaya lainnya. Disamping itu perlindungan terhadap bahaya kebakaran internal juga penting sebagai pertimbangan keamanan.
4.      Kebutuhan–kebutuhan keamanan. Disain fasilitas juga penting mempertimbangkan masing–masing kebutuhan ruangan untuk mesin, produ, ruang pelayanan dan overhead. Ruang–ruang pelayanan seperti kamar mandi, ruang ganti pakaian, persediaan dan sebagainya–adalah penting sebagai fasilitas–fasilitas kesehatan, ruang peralatan, persediaan dan sebagainya  adalah penting sebagai fasilitas–fasilitas pendukung operasi–operasi manufacturing.

5.      Peralatan penanganan bahan. Jenis peralatan penanganan bahan yang digunakan akan mempengaruhi disain fasilitas. Pengangkutan bahan dengan truk atau fork lift memerlukan gang–gang yang lebih luas daripada dengan ban berjalan. Sedangkan ”overhead cranes” memerlukan ruangan terbuka yang lebih luas dan sebagainya .
<

Desain Fasilitas Dan Layout Manajemen Operasional